Wisata JogjaWisata Kuliner

Liburan Ke Jogja Harus Bawa Bakpia

Paket Wisata Jogja Bakpia Jogja

Liburan Ke Jogja dan Bakpia

Siapa sih yang tidak tau makanan khas Jogja ini? Yang pernah liburan ke Jogja atau menikmati paket wisata Jogja pasti pernah merasakan Bakpia. Kalo dari rasanya yang manis, mestinya ini kue. Tapi kalau dari besarnya yang tidak lebih dari tiga gigitan akan lebih asik kalau ini adalah sebuah cemilan. Cuma ya agak berat sih. Dari namanya, Bakpia berasal dari China. Dulu produsen Bakpia di Jogja terpusat hanya di daerah Pathuk. Melalui proses yang cukup panjang, sebagai pelengkap paket wisata Jogja, Bakpia mempunyai macam-macam isi rasa. Dari rasa original yaitu Bakpia isi Kacang Hijau dan ada juga Bakpia isi Kumbu Hitam, ataupun Bakpia dengan isi keju. Dan banyak lagi variasi rasa dari isi Bakpia. Kalau anda ingin tahu bahan-bahan dan cara pembuatan dari Bakpia lebih baik bertanya kepada pembuatnya atau browsing di google pasti ada. Yang tidak banyak orang tahu adalah bagaimana bakpia menjadi diburu oleh para pelancong yang sedang menikmati paket wisata Jogja sebagai buah tangan makanan khas kota Gudeg.

Kisah Bakpia dan Bondan Winarno

Tahun 2005 menjadi awal Bakpia menjadi popular setelah Bondan “Maknyus” Winarno mempunyai sebuah acara di televisi. Benar, acara wisata kuliner di sebuah stasiun TV swasta yang menjadi indentik dengan Beliau berucap “Mak Nyusss…”. Semenjak Pak Bondan berkeliling Nusantara dan mencicipi makanan, timbul sebuah kebiasaan baru untuk para pelancong untuk membawa makanan khas yang ada di kota tujuan wisata. Tentunya Jogja yang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia mendapatkan tuah dari pak Bondan. Bakpia yang dulu jarang dilirik mulai saat itu menjadi buruan. Bakpia kini menjadi tambang Emas baru bagi para pengolah dan penjualnya. Kemasan yang diberikan juga sangat menarik.

Dampak Wisata Jogja

Cerita tersebut disampaikan oleh salah seorang penjual Bakpia dengan merk yang cukup terkenal di Jogja. Narasumber tersebut merasakan sendiri efek dari acara pak Bondan tersebut. Karena pabrik tempat produksi Bakpia dari Narasumber jauh dari kota. Bahkan bisa dikatakan berada di lokasi yang cukup tersembunyi, Pabrik Bakpia dari Narasumber pun diburu oleh wisatawan sejak saat itu. Tak pelak sekarang bermunculan rumah produksi skala kecil yang berdiri untuk mendukung permintaan Bakpia yang semakin hari semakin tinggi seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jogja.

Daya Tahan

Meskipun daya tahan Bakpia terbilang tidak lama, 4 hari, namun tidak mengurangi minat wisatawan untuk membagikan kebahagiaan dan keceriaan mereka saat liburan ke Jogja dengan membawa buah tangan khas ini. Membagikan Bakpia kepada saudara, teman maupun rekan sekantor merupakan penanda bahwa yang membawa oleh-oleh baru saja dari Kota Pelajar. Kota Gudeg yang selalu membawa kenangan.

Bakpia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari industri wisata di Jogja. Hampir disemua pusat penjualan makanan oleh-oleh tersedia. Tanpa sumbang sih dari Bakpia rasanya berwisata di Jogja menjadi kurang. Tentunya tujuan wisata di Jogja dan keramah-tamahan warganya tidak tergantikan. Namun akan terasa lebih manis kalau anda berwisata di Jogja dan pulang sambil membawa makanan khas dari Jogja. Dan Mahanani Tours akan mengantarkan anda ketempat penjualan Bakpia Favorit anda. Eh, ini makanan apa cemilan sih?

www.mahananitours.com

-ASH-

Bagikan halaman ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *